5 Manfaat Menggendong untuk Hubungan Ibu dan Bayi

Ada berbagai perdebatan soal menggendong bayi. Beberapa sumber mengatakan bahwa si kecil akan lebih sulit ditenangkan saat terlalu sering digendong ketika rewel. Mungkin hal ini menjadi salah satu pertimbangan dari orang tua saat merawat bayi yang baru lahir. Satu sisi, pasti tidak tega jika si kecil menangis, tetapi juga khawatir jika salah penanganan.

Belum tentu disebabkan oleh terlalu nyaman digendong, ada banyak penyebab lain yang bisa membuat si kecil rewel. Jadi, saat bepergian juga tidak perlu khawatir, bisa langsung pesan tiket pesawat murah disini dan lakukan beberapa tips untuk membuat si kecil betah meski sedang dalam perjalanan. Selain itu, berikut ini 5 manfaat menggendong untuk hubungan ibu dan bayi.

Menggendong Bayi
Manfaat Menggendong Bayi

1. Memperkenalkan interaksi tatap muka
Saat ibu menatap bayi, akan terjalin interaksi tatap muka meski bayi baru lahir. Semakin jelas penglihatannya, ibu bisa melatih bayi untuk bisa merespon saat diajak bicara atau memandang orang lain. Hal ini akan membiasakan bayi agar tidak takut saat berinteraksi dengan orang lain, khususnya dengan ibu.

Saat sudah semakin besar, bayi juga akan berkembang ke tahap meniru apa yang sudah dilakukan oleh orang tuanya. Oleh karena itulah, ibu bisa memberikan contoh terbaik untuk berinteraksi secara tatap muka.

2. Melatih sistem keseimbangan tubuh bayi
Stimulasi bagi anak juga tidak kalah penting untuk dapat diperkenalkan sejak kecil. Meski masih bayi, sensor tubuhnya sudah bisa merespon stimulasi sentuhan dari ibu saat menggendong. Sistem keseimbang tubuh yang terletak di dalam telinga bisa distimulasi oleh belaian dari ibu saat menggendong.
Selain itu, bayi juga tidak akan merasa takut terhadap sentuhan. Saat sudah semakin besar, sensor sentuh bayi sudah dirasa nyaman sehingga bisa mendorong kemampuan motorik yang responsif.

3. Memberikan rasa aman
Penting untuk dapat memberikan rasa percaya diri anak pada orang tua, khususnya ibu. Bayi yang digendong tidak hanya akan merasakan kedekatan fisik dengan ibu yang menggendongnya, tetapi juga kedekatan emosional. Saat ibu merasa nyaman dan senang merawat bayi, si kecil akan merasa aman dan nyaman.

Nah, ibu juga sebaiknya menjaga mood dan intonasi berbicara saat sedang menggendong bayi. Jika ibu dalam perasaan tidak nyaman saat menggendong, bukan tidak mungkin si kecil juga akan merasa resah. Menggendong dengan perhatian yang tulus bisa membuat bayi merasa aman di dekat ibu.

4. Membiasakan posisi nyaman saat menyusui
Saat bayi baru lahir, beberapa ibu mungkin belum terbiasa untuk mengatur posisi menyusui yang nyaman. Oleh karena itu, menggendong bisa jadi salah satu upaya untuk melatih ibu agar mendapatkan posisi menggendong yang nyaman saat melakukan direct feeding. Meski mengganti posisi menyusui, ibu juga akan terbiasa untuk mengubah posisi menggendong tanpa harus membuat bayi merasa resah.

5. Meningkatkan imunitas tubuh
Rasa nyaman yang dirasakan oleh ibu saat sedang menggendong bayi juga bisa memicu pelepasan hormon oksitosin dari dalam tubuh. Sentuhan yang terjadi antara ibu dan bayi juga bisa membuat tubuh terasa hangat sehingga aliran darah dan oksigen lebih lancar. Hal ini bisa menjaga perkembangan tubuh bayi sehingga imunitas tubuhnya juga ikut meningkat.

Nah, bagi ibu yang masih ragu untuk membiasakan cara merawat bayi yang tepat, beberapa manfaat tadi bisa jadi pertimbangan. Demi perkembangan tubuh si kecil, jangan takut untuk menggendong selama hal itu membuatnya nyaman ya.